Sekarang ini, membeli suku cadang asli sudah teramat sulit. Apalagi
tidak hati-hati atau kurang teliti. Pasalnya, sepertiga dari seluruh
produk yang dijual asli tapi palsu (aspal).
"Tahun lalu kami merazia onderdil sepeda motor Honda, dan sekitar 30
persen palsu," komentar Ahmad Ramli, Dirjen Hak Kekayaan Intelektual
Kementerian Hukum dan HAM di sela seminar The 9th Intellctual Property
Right, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) di Hotel Grand
Mercure, Jakarta Pusat, hari ini (25/2/2013).
Dijelaskan, setiap produsen sepeda motor wajib terus mengampanyekan
pentingnya penggunaan onderdil asli. Meski, pembelian suku cadang palsu
tetap saja terjadi, terutama pada masyarakat menengah ke bawah.
"Pola pikir mereka adalah mencari onderdil yang paling murah, padahal
ini sangat berbahaya. Untuk itu, setiap kami merazia pasar, motifnya
bukan hanya melindungi investor tetapi menghimbau konsumen untuk
menggunakan barang asli, supaya bisa menekan kecelakaan lalu lintas,"
beber Ramli.
Onderdil sepeda motor paling banyak dipalsukan jenis fast moving
seperti oli, busi, kampas rem, penyaring dan lain sebagainya. Untuk
melakukan razia, pihak berwenang juga harus mendapatkan laporan terlebih
dahulu karena hukum Indonesia mengategorikan hal ini sebagai delik
pengaduan. "Jadi kalau ada pengaduan, baru kami bisa bergerak," jelas
Ramli.
Nah, bagi Anda yang mau membeli onderdil, pastikan keaslian produk
dengan cara kenali ciri-ciri fisik suku cadang asli seperti apa. Jangan
asal beli!
kompas.com
No comments:
Post a Comment